Postingan

Menampilkan postingan dengan label Naskah

DHI' ENDHI'

  Dhi’ Endhi’ M. Amin Ashar   Lakon: 1.  Mak Na 2.  Yayuk 3.  Mida 4.  Laila 5.  Susi 6.  Qadir   Lampu gelap suasana sunyi Lagu dinyanyikan dengan serentak dengan tempo yang menggebu-nggebu. “Dhi’ Endhi’ Ria reo” Dhi’ Endhi’ Ria Rio Pocetta Kodhu’ Na’ Kana’ terro lakea ta’ kenneng soddu’ Teng jerriteng mattuana soro dateng Be’ laggu’ be’ dumalem Mella’ meddem   3x   SCENE I Dimalam hari Yayuk dan mak Na duduk dilencak, mereka sedang cekcok tentang yayuk yang tidak mau dijodohkan dengan qodir. Yayuk : “Tidak mak, hilangkan semua angan-angan emak tentang perjodohan itu.” Emak : “Kamu ini anak gak tau di untung, kamu itu perempuan yuk...” Yayuk : “Kenapa mak, kenapa kalau yayuk perempuan? Apa selamanya perempuan dijadikan budak?” Emak : “Yuk... kamu jangan kuranga ajar sama orang tua, Qadir itu sudah mapan, kau tinggal nurut sama suami, pasti hidupmu enak.” Yayuk : “Lihat itu Mbak Mida  .. apa itu yang namanya ...

GUGUR KEMBANG KAWI

Gambar
  Naskah Teatrikal Puisi “ Gugur Kembang Kawi “ Aktor: Andika Yoga Pratama ( Bayi & Mbah Irim ), Alfina Kurnia Puri ( Nyai Ayu), Syahrul Maulana (Iblis & Mbah Jinggo) Musik: Azhar, Fauzi, Fatwa Amalia, Ghufron   Artistik: Lighting (Via)  Properti (Erni ) Make Up (Niyut) Sutradara: Fadilatul Khoiroh (Dila) Produksi: Devisi Sastra  UKM-F Teater Sabit  2019 Narasi Singkat Naskah Gugur Kembang Kawi ini mengangkat asal muasal tradisi Islam di Desa Tebuwung yakni udik-udikan. Udik-udikan adalah bentuk rasa syukur  masyrakat desa tebuwung kecamatan dukun gresik. Bentuk tradisi ini adalah melemparkan koin yang kemudian diperebutkan oleh masyrakat tebuwung baik tua maupun muda dengan semarak setiap tahunya. Mengangkat udik-udikan tidak terlepas dari pembawa tradisi ini yakni seorang perempuan bernama Nyi Ayu, Syarifah dan Nyai Roso Wulan. Nyai Ayu sendiri datang dari Demak dan berasal dari keluaga Kerajaan Islam Demak kemuadian melepaskan pakaian Kerajaanya ...