Postingan

Sudut Lingkaran

Aku telah terbunuh. Hatiku mati dan tumbang meski akarku telah menancap dalam di pangkal tanah sekian lama. Tiap helai daunku yang adalah mahkotaku kini satu per satu mulai berguguran. Buahku yang adalah anakku kini mereka mati membusuk dan bercacing. Terpaan angin dan sinar matahari meruntuhkanku. Dulu aku sempat didapuk sebagai makhluk yang tak lekang oleh zaman. Namun dugaan mereka dan dugaanku salah. Ternyata aku lenyap juga. Aku ingin berteriak, namun aku terbungkam oleh sakitku. Aku ingin meronta, namun sesuatu mengikat rantingku. Aku telah mati, Bung. Aku yang telah kau tanam, kini terkulai layu di atas tanah tak berdaya! *** Sebuah bangunan sederhana yang nyaris rubuh itu seperti surga bagiku. Aku mencintai tempat itu meski tak jarang ketika hujan turun, air menggenang setinggi mata kaki. Meski banyak juga  bangku dan kursi patah pada salah satu kaki. Namun tempat ini adalah surga. Sebuah papan hitam dengan sisa-sisa goresan kapur yang dihapus tak terlalu bersih selalu me...

Sejarah Berdirinya Teater Sabit

Gambar
“Sarana Bijak Berestetika” Sejarah Terbentuknya Teater Sabit Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Trunojoyo Madura adalah tempat terbentuknya benih dari teater sabit, dengan kemampuan yang sangat minim namun mempunyai mimpi sangat tinggi yang harus tergapai itulah asal mula terbentuknya teater sabit, terbilang sangat lama mimpi itu mulai terabah karena keraguan yang selalu membelenggu didalam pikir. Niat yang mulai terucap dimalam hari tepat dibawah sinar bulan sabit yang terang, tanggal 04 Mei 2014 wadah untuk meningkatkan kualitas berkesenian yang beretika telah lahir dengan nama Teater Sabit yang mempunyai makna Sarana Bijak Berestetika disambut dengan rasa syukur yang sangat besar. Arti Logo Teater SABIT v   Bulan sabit:   Keindahan yang tidak mencapai kesempurnaanya. v   Topeng: Tidak membatasi seseorang yang mau berproses dalam berkesenian. v   Pena dan Tinta: Keseriusan berproses dalam penuangan ide kedalam bentuk k...